Pelatihan dan Pendampingan Kepada Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam Upaya Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Haliwen

  • Usfinit P
  • Olo A
  • Akoit H
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pulmonary tuberculosis can cause serious problems and even death in people who have been infected with the mycobacterium tuberculosis bacteria. Tuberculosis patients will usually undergo treatment for a long time. Patients will get a treatment period of approximately 6 to 9 months. As a result of this long period of treatment, there are many cases reported that TB patients do not take medicine regularly, drop out of taking medicine, patients who have received medicine but are lazy to complete treatment for up to 6 months, already feel healthy finally drop out of treatment and family lacks support in completing treatment. Tuberculosis patients who are on medication need someone to always supervise and educate them. This person is usually called a Medication Swallowing Supervisor. Drug swallowing supervisors can come from family members, neighbors or the general public who have volunteered to help TB patients. PMO who come from the general public must be given training so that they have basic knowledge and skills in communication and negotiation so that they can convince TB patients and their families to take the correct treatment and complete treatment. This service method is in the form of training and mentoring which is carried out in several stages, namely preparation, implementation and sustainability of the program. The results of the pre and post tests on all trainees showed an increase in the ability of the trainees.Penyakit tuberkulosis paru dapat menyebabkan masalah yang serius hingga kematian pada orang yang sudah terinfeksi dengan bakteri mycobakterium tuberkulosis. Pasien tuberkulosis akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu yang lama mencapai 6 sampai 9 bulan. Akibat dari pengobatan dalam jangka waktu yang lama ini, banyak kasus dilaporkan bahwa pasien TBC tidak teratur minum obat, putus minum obat, pasien yang sudah menerima obat tetapi malas untuk menyelesaikan pengobatan sampai 6 bulan karena sudah merasa sehat akhirnya drop out pengobatan, keluarga juga dilaporkan kurang memberikan dukungan dalam menyelesaikan pengobatan. Selama masa pengobatan pasien tuberkulosis membutuhkan seseorang sebagai pengawas menelan obat (PMO) yang dapat memberikan edukasi dan support kepada pasien. Pengawas menelan obat bisa berasal dari anggota keluarga, tetangga atau masyarakat umum yang mempunyai kesukarelaan untuk membantu penderita TB. PMO yang berasal dari masyarakat umum harus diberikan pelatihan agar mempunyai pengetahuan dan kemampuan dasar dalam berkomunikasi dan negosiasi sehingga bisa meyakinkan penderita TB dan keluarganya untuk melakukan pengobatan yang benar dan berobat sampai tuntas. Metode pengabdian ini berupa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan dalam beberapa tahap yakni persiapan, pelaksanaan dan keberlanjutan program. Hasil pre dan post test pada semua peserta pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan pada setiap peserta PMO yang mengikut pelatihan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Usfinit, P. M., Olo, A., & Akoit, H. (2024). Pelatihan dan Pendampingan Kepada Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam Upaya Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Haliwen. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 8(1), 13–22. https://doi.org/10.29407/ja.v8i1.21330

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free