Abstract
Tari Pendet Lanang di Dusun Bajing, Desa Tegak Klungkung merupakan sebuah tari wali atau tari sakral yang merupakan bagian dalam upacara keagamaan khususnya dalam piodalan di Pura Puseh Dusun Bajing, Desa Tegak, Klungkung yang dilaksanakan pada rahina Budha Wage Klawu. Tari Pendet Lanang ini ditarikan secara berkelompok yang terdiri dari lima orang pria dewasa sebagai penari. Sarana yang digunakan penari berupa bokor yang berisi sepasang canang sari yang memiliki makna untuk memohon waranugraha kehadapan Ida Sang Hyang Widhi beserta manifestasinya serta dupa dengan hitungan ganjil sebagai simbol dari Dewa Agni yang bermakna sebagai saksi dan perantara untuk menghubungkan umat dengan Tuhan. Adapun keunikan dari Tari Pendet Lanang adalah tarian ini hanya dipentaskan saat piodalan di Pura Puseh, penarinya terdiri dari pria dewasa yang merupakan masyarakat pengempon Pura Puseh di Dusun Bajing, Desa Tegak, Klungkung yang telah melalui proses penyucian, dan satu penari yaitu pinandita lanang pengempon Pura Puseh itu sendiri. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui Eksistensi Tari Pendet Lanang dalam piodalan di Pura Puseh Dusun Bajing, Desa Tegak, Klungkung. Pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi tidak berstruktur, wawancara, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Diketahui bahwa tari Pendet Lanang merupakan bagian dalam pelaksanaan piodalan di Pura Puseh serta bermakna sebagai simbolis penyambutan turunnya para Dewa saat piodalan berlangsung dan merupakan wujud persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam bentuk pertunjukan seni sakral. Kata kunci: Eksistensi, Tari Pendet Lanang, Pura Puseh
Cite
CITATION STYLE
Suryawan, I. G., Aprilia, N. N., & Yanti, N. L. G. M. (2024). EKSISTENSI TARI PENDET LANANG DALAM PIODALAN DI PURA PUSEH, DUSUN BAJING, DESA TEGAK, KLUNGKUNG. Sphatika: Jurnal Teologi, 15(1), 80–93. https://doi.org/10.25078/sphatika.v15i1.3559
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.