Variasi Bahasa dan Campur Kode pada Penamaan Objek Wisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta

  • Susanti D
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Variasi penggunaan bahasa banyak terjadi pada penamaan objek wisata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar penggunaan variasi bahasa dan bentuk campur kode pada penamaan objek wisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskrisi kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini  menggunakan bentuk: dokumentasi, wawancara, catatan, dan sebagainya. Hasil peneltian menunjukkan bahwa, penggunaan variasi penggunaan bahasa pada penamaan objek wisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta ada 4 jenis: (1) Bahasa Indonesia sebesar 52.6%; (2) Bahasa Indonesia-Jawa sebesar 15.8%; (3) Bahasa Indonesia- Inggris sebesar 18.4%; (4) Bahasa Inggris sebesar 13.2%. Bentuk campur kode yang terdapat pada penamaan objek wisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta yaitu campur kode ke dalam (innercode_mixing) berupa kata dalam bahasa Jawa dan campur kode ke luar (outercode-mixing) berupa kata dalam bahasa Inggris.

Cite

CITATION STYLE

APA

Susanti, D. I. (2019). Variasi Bahasa dan Campur Kode pada Penamaan Objek Wisata di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, 3(1), 11–16. https://doi.org/10.29407/jbsp.v3i1.13639

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free