Abstract
Bencana tanah longsor menepati posisi kedua bencana yang sering terjadi di Kota Samarinda setelah bencana banjir serta dari penelitian ini bisa didapatkan hasil tingkat kerawanan bencana tanah longsor. Dari hasil perhitungan didapatkan 91,29% aplikasi ini memberikan beberapa aspek yang bisa menambah informasi mengenai daerah rawan longsor serta dapat memberikan sebuah informasi yang berguna bagi penerima nya yang berupa informasi tambahan terkait longsor di Kota Samarinda. Kota Samarinda memiliki luas wilayah 718. 00 km2 yang dimana memiliki 10 kecamatan yang tersebar pada beberapa titik di Kota Samarinda. Pemetaan yang digunakan penelitian ini ada empat yaitu kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan dan penggunaan lahan. Analisis data menggunakan metode skor dan pembobotan yang dimana masing-masing parameter tersebut memiliki skor dan bobot kemudian melakukan teknik overlay sehingga menghasilkan peta daerah rawan longsor. Aplikasi yang digunakan ialah ArcMap dalam melakukan analisis, perhitungan, pembuatan peta, mengevaluasi unit setiap peta yang berpengaruh (penting) dalam kejadian tanah longsor.
Cite
CITATION STYLE
Wahyuni, S., Karim, S., & Arifin, D. (2021). SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR KOTA SAMARINDA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE SKOR DAN PEMBOBOTAN. Antivirus : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika, 15(2), 209–227. https://doi.org/10.35457/antivirus.v15i2.1723
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.