CINTA KASIH AKUNTANSI DALAM JARINGAN REALITAS PROFETIK-ILAHIYAT

  • Nursanty I
  • Kartini E
  • Yuliati N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk meletakkan peran subjek (akuntan) sebagai posisi penting yang menanamkan bibit cinta dalam diri akuntansi. Salah satu caranya adalah menghadirkan cinta kedalam diri akuntansi. Hal ini dilakukan karena semula kapitalisme berupaya membebaskan manusia dari keterbelengguan untuk menjadi manusia sejati, tetapi dalam kenyataannya justru manusia terperangkap dalam belenggu yang lain, yaitu rasionalitas instrumental ilmu pengetahuan. Manusia tergolek tidak berdaya karena rasionalitasnya sendiri dan bahkan diperbudak oleh karya rasionalitasnya yaitu ilmu pengetahuan dan kapitalisme. Penelitian ini menggunakan rasionalis religius sebagai metode yang menghendaki penghayatan “spiritualitas” yang mengarahkan pada spiritualitas Islam. Dalam penghayatan spiritualitas Islam, kini akuntansi dapat terbebas dari bentuk logosentrisme yang sifatnya egoistik. Dengan demikian cinta kasih akuntansi dalam jaringan realitas profetik-ilahiyat menjadikan akuntansi memiliki citra yang lebih humanis “religious” sehingga kalau aplikasikan akan melahirkan hakikat ontology tauhid.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nursanty, I. A., Kartini, E., Yuliati, N. N., & Fariantin, E. (2023). CINTA KASIH AKUNTANSI DALAM JARINGAN REALITAS PROFETIK-ILAHIYAT. Jesya, 6(1), 931–940. https://doi.org/10.36778/jesya.v6i1.1053

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free