Abstract
Konsumen semakin sadar dan peduli terhadap kualitas dan keamanan produk pangan. Untuk menjaga kualitas produk pangan yang dihasilkan dan dapat bersaing dengan industri sejenis serta mengurangi resiko dalam produksi perlu adanya persyaratan dasar yang harus dipenuhi pada suatu industri, seperti persyaratan produksi, persyaratan bangunan, lokasi, dan fasilitas serta peralatan produksi dan karyawan. Persyaratan tersebut dapat terpenuhi dengan penerapan GMP atau Good Manufacturing Practice. Pengabdian ini penting untuk dilaksanakan dalam memastikan makanan yang dihasilkan sehat, aman, dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Pelaksanaan pengabdian ini dengan cara melakukan pendampingan penerapan GMP untuk meningkatkan standar kualitas produk yang dihasilkan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu industri makanan dalam menerapkan GMP dalam pengolahan makanannya. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari beberapa tahapan, antara lain: Observasi dan interview, analisis masalah, dan pendampingan penerapan GMP. Usaha jamu merupakan industri yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Dalam industri ini dituntut untuk tidak hanya menghasilkan produk yang enak di lidah tetapi juga harus memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan. Pelaksanaan pendampingan ini semakin membantu mitra dalam menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Sebelumnya mitra belum memiliki pengetahuan tentang GMP sehingga dengan adanya pendampingan ini mitra memahami prinsip-prinsip GMP, yaitu dalam hal keamanan dan kehigienisan produk sehingga layak dikonsumsi.
Cite
CITATION STYLE
Hapsari, Y. T., & Kurniawanti, K. (2022). Pendampingan Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) Pada Usaha Jamu. Jurnal Abdimas Madani Dan Lestari (JAMALI), 96–105. https://doi.org/10.20885/jamali.vol4.iss2.art6
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.