Abstract
Sambaran petir merupakan bencana yang ditakuti oleh setiap orang, akibat dari sambaran tersebut dapat menimbulkan kerugian materil bahkan jiwa. Petir biasanya sering menyambar ke tempat atau objek yang memiliki ketinggian yang cukup tinggi. Proteksi petir dibutuhkan untuk melindungi bangunan penting guna untuk menghindari kerusakan. Salah satu bangunan penting dengan ketinggian yang sangat tinggi adalah menara telekomunikasi milik PT. Telkomsel, tinggi menara tersebut paling tinggi bisa mencapai 72 meter. Menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal atau data ke perangkat seperti HP, Telepon rumah dan gadget sejenis. Untuk melindungi BTS ada 2 macam proteksi, yang pertama adalah proteksi eksternal yang terdiri dari air terminal, down konduktor dan terminasi bumi. yang kedua adalah proteksi internal meliputi ekuipotensial bonding, shielding dan arrester sebagai proteksi dari tegangan lebih pada modul BTS. Pada daerah Karawang dilakukan perhitungan tingkat kebutuhan proteksi sambaran petir pada BTS dan memiliki tingkat kebutuhan rasio (15) yang dimana R>14 merupakan tingkat yang sangat membutuhkan proteksi sambaran petir Kata kunci - Base Transceiver Station, Arrester, sambaran petir.
Cite
CITATION STYLE
Gemilang, F. (2022). SISTEM PROTEKSI SAMBARAN PETIR PADA BASE TRANSCEIVER STATION TELKOMSEL KARAWANG. Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro, 11(1), 51. https://doi.org/10.30591/polektro.v11i1.2730
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.