Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka desain bioklimatik untuk Pusat Akuatik Pantai Alam di Kabupaten Bulukumba, Indonesia, yang disesuaikan dengan kondisi iklim lembab setempat. Arsitektur bioklimatik, yang mengintegrasikan data iklim dan pertimbangan lingkungan ke dalam desain bangunan, digunakan untuk meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Desain ini mencakup penggunaan ventilasi alami, pencahayaan alami, dan material lokal, yang terbukti efektif dalam menciptakan bangunan yang efisien energi dan berkelanjutan. Melalui analisis literatur dan studi kasus, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip bioklimatik dapat mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan kenyamanan termal. Temuan ini menegaskan pentingnya pertimbangan iklim dalam desain arsitektur, terutama di daerah tropis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa desain bioklimatik tidak hanya relevan tetapi juga kritis untuk pembangunan fasilitas publik yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memantau kinerja jangka panjang dan penerapan pada tipe bangunan lain. Proyek ini memberikan model yang dapat diadaptasi untuk fasilitas publik di wilayah tropis lainnya, mendorong praktik desain yang lebih ramah lingkungan.
Cite
CITATION STYLE
Fadly, N., Marwati, & Nursyam. (2024). Penerapan Arsitektur Bioklimatik pada Aquatic Center di Kabupaten Bulukumba. TIMPALAJA : Architecture Student Journals, 6(1), 66–76. https://doi.org/10.24252/timpalaja.v6i1a8
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.