Hubungan penerapan metode kanguru dengan stabilisasi suhu tubuh pada bayi berat badan lahir rendah

  • Marliana M
  • Russiska R
  • Rohaeni N
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: Angka terjadinya BBLR di Indonesia masih relatif tinggi, di Provinsi Jawa Barat angka kejadian BBLR tahun 2021 sebanyak 22.240 kasus. RSU Islami Mutiara Bunda  terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes pada tahun 2021 terdapat 314 kasus. Bayi dengan BBLR memiliki resiko kematian 20 kali lebih besar dibandingkan bayi dengan berat badan normal.Metode: Metode yang digunakan adalah  analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling, dengan jumlah responden sebanyak 33 kasus. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan Chi – Square untuk analisis bivariat.Hasil: Sebagian besar responden yang melakukan metode kanguru yaitu sebanyak 20 orang (60,6%). Sebagian besar stabilitas suhu tubuh bayi stabil sebanyak 25 responden (75,8%). Hubungan antara penerapan metode kanguru dengan stabilisasi suhu tubuh diperoleh nilai Pvalue 0,003 < 0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penerapan metode kanguru dengan stabilisasi suhu tubuh bayi berat badan lahir rendah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Marliana, M. T., Russiska, R., & Rohaeni, N. (2024). Hubungan penerapan metode kanguru dengan stabilisasi suhu tubuh pada bayi berat badan lahir rendah. Journal of Midwifery Care, 5(1), 199–205. https://doi.org/10.34305/jmc.v5i1.1191

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free