Attachment Style pada Korban Kekerasan dalam Pacaran

  • Ereyna Nadhira
  • Yunita Sari
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract. Dating violence is an increasing phenomenon and a global concern. This study aims to understand the role of attachment style in increasing individuals' vulnerability to dating violence. Using the scoping review method, this research analyzes 9  relevant articles published between 2014 and 2024. The findings indicate that individuals with insecure attachment, particularly anxious attachment and avoidant attachment, are more susceptible to becoming victims of violence. Anxious attachment is associated with high emotional dependence and an excessive fear of rejection, making it difficult for victims to leave unhealthy relationships. Meanwhile, avoidant attachment increases the risk of violence due to a tendency to avoid conflict and tolerate abusive behavior. The impact of such violence includes psychological disorders such as depression, anxiety, PTSD, and social isolation. This study highlights the importance of psychosocial interventions and education on healthy attachment to prevent dating violence and assist victims in building safer and more supportive relationships in the future. Abstrak. Kekerasan dalam pacaran merupakan fenomena yang semakin meningkat dan menjadi perhatian global. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran attachment style dalam meningkatkan kerentanan individu terhadap kekerasan dalam pacaran. Menggunakan metode scoping review, penelitian ini menganalisis 9 artikel yang relevan dalam kurun waktu 2014–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan insecure attachment, khususnya anxious attachment dan avoidant attachment, lebih rentan menjadi korban kekerasan. Anxious attachment dikaitkan dengan ketergantungan emosional yang tinggi dan ketakutan berlebihan terhadap penolakan, yang membuat korban sulit keluar dari hubungan yang tidak sehat. Sementara itu, avoidant attachment meningkatkan risiko kekerasan karena kecenderungan untuk menghindari konflik dan menoleransi perlakuan buruk. Dampak dari kekerasan ini mencakup gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, PTSD, serta isolasi sosial. Studi ini menegaskan pentingnya intervensi psikososial dan edukasi tentang kelekatan yang sehat untuk mencegah kekerasan dalam pacaran serta membantu korban membangun hubungan yang lebih aman dan suportif di masa depan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ereyna Nadhira, & Yunita Sari. (2025). Attachment Style pada Korban Kekerasan dalam Pacaran. Bandung Conference Series: Psychology Science, 5(1), 647–656. https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i1.16981

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free