Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna cinta pada pasangan yang mendapatkan kekerasan dalam pacaran, serta alasan dari pasangan (korban kekerasan dalam pacaran) untuk tetap mempertahankan hubungannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian sebanyak 4 orang dengan rentang usia 20-23 tahun, berjenis kelamin perempuan, pernah mendapatkan kekerasan dalam pacaran, dan masih menjalin hubungan pacaran Pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian membuktikan bahwa keempat subjek memaknai cinta secara berbeda-beda, ada yang mengartikan cinta sebagai perasaan kecewa, kebodohan-kebohongan, rasa suka sepenuhnya, dan perasaan rela berkorban. Alasan yang membuat subjek masih tetap mempertahankan hubungannya dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal
Cite
CITATION STYLE
Kumala, R. (2022). Makna Cinta pada Pasangan yang Mendapatkan Kekerasan dalam Pacaran. Acta Psychologia, 3(2), 111–118. https://doi.org/10.21831/ap.v3i2.40952
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.