Identifikasi Bahaya dengan Metode Preliminary Hazard Analysis (PHA) pada Peternakan Ayam Petelur: Studi Kasus di Cahaya Farm

  • Agung Heri Susantho
  • Restiyana Agustine
N/ACitations
Citations of this article
103Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dasar hukum terkait keselamatan dan kesehatan kerja tertuang di Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor: PER.05/MEN/1996. Semua sektor pekerjaan pasti memiliki bahaya dan risiko terhadap pekerja, tidak terkecuali pekerja di peternakan ayam petelur. Produksi telur di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan, dengan produksi pada tahun 2021 sebanyak 5.155.998 ton, pertumbuhan produksi telur naik 0,28% dibanding 2020. Peternakan unggas ini menyerap tenaga kerja domestik berjumlah sekitar 5 juta orang. Keselamatan dan kesehatan kerja bagi peternak unggas merupakan upaya yang dilakukan untuk mengenali, mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang berkaitan dengan pekerjaanya. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi bahaya adalah metode Preliminary Hazard Analysis (PHA). Bahaya di peternakan ayam petelur dikelompokkan menjadi tujuh yaitu: Biological Hazard, Biomechanical Hazard, Chemical Hazard, Electrical Hazard, Explotion Hazard, Flammable Hazard dan Physical Hazard. Potensi bahaya tersebut dapat terjadi di gudang pakan, gudang telur, kandang ayam (starter, grower dan layer), instalasi listrik, instalasi air minum dan proses sanitasi. Dalam penelitian ini berhasil diidentifikasi terdapat 34 aktivitas dalam manajemen ayam petelur, 99 bahaya yang dapat terjadi dan 101 risiko yang dapat berdampak pada usaha serta 94 pencegahan untuk mitigasi risiko.

Cite

CITATION STYLE

APA

Agung Heri Susantho, & Restiyana Agustine. (2022). Identifikasi Bahaya dengan Metode Preliminary Hazard Analysis (PHA) pada Peternakan Ayam Petelur: Studi Kasus di Cahaya Farm. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 3(1), 355–372. https://doi.org/10.47687/snppvp.v3i1.321

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free