Abstract
Keterampilan berpikir kritis saat ini sangat penting untuk dimiliki oleh siswa. Keterampilan berpikir kritis adalah salah satu dari empat keterampilan utama di abad ke-21, yaitu komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menyelesaikan masalah belajar siswa Sekolah Dasar pada pembelajaran IPAS. Metode penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV yang berjumlah 20 siswa dan sampelnya menggunakan teknik probability sampling dengan sample random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes essay kemampuan berpikir kritis dan kemampuan menyelesaikan masalah sebanyak 20 soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV Sekolah Dasar telah mampu menerapkan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menyelesaikan masalah belajar siswa pada pembelajaran IPAS, hal ini terbukti dari kemampuan siswa dalam memahami dan menganalisis akar penyebab masalah, menemukan solusi secara mandalam, menyaring informasi yang benar dan salah, serta membuat keputusan berdasarkan logika dan bukti. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan pengujian persamaan regresi linier sederhana diperoleh nilai thitung sebesar 2,450 > ttabel 1,734, dan dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menyelesaikan masalah. Kata Kunci : Berpikir kritis, Menyelesaikan masalah, IPAS
Cite
CITATION STYLE
Wardani, D. K. (2024). PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN GUNUNGSARI. Kurawal - Jurnal Teknologi, Informasi Dan Industri, 7(2), 45–59. https://doi.org/10.33479/kurawal.v7i2.1089
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.