Abstract
Latar Belakang: Stunting menjadi permasalahan kekurangan gizi kronik yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita. Pertumbuhan balita dapat dipengaruhi banyak faktor salah satunya konsumsi protein. Protein berperan dalam pembentukan jaringan baru dan mengganti jaringan yang rusak pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 67 responden dan sampel 33 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner formulir food record 3x24 jam. Analisis data penelitian ini menggunakan chi-square. Hasil: Karakteristik responden mayoritas laki-laki 18 balita (54,5%), berat badan lahir normal 25 balita (75,8%), kelahiran prematur 26 balita (78,8%), tidak pernah mengalami malaria/pneumonia 29 balita (87,9%), ASI eksklusif 26 balita (78,8%), konsumsi protein kurang 20 balita (60,6%), status gizi pendek 29 balita (87,9%). Hasil uji analisa data menunjukkan bahwa nilai p untuk konsumsi protein dengan kejadian stunting 0,020 (p < 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara konsumsi protein dengan kejadian stunting di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta tahun 2022.
Cite
CITATION STYLE
Rochmah, I. N., Margiyati, M., & Ratnawati, A. E. (2023). HUBUNGAN KONSUMSI PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN. Jurnal Ilmu Kebidanan, 9(2), 80–83. https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.199
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.