Abstract
namun kurang mendapat perhatian (neglected diseases). Salah satu penyakit dari kelompok ini adalah penyakit cacing yang ditularkan melalui media tanah (STH). Swamedikasi adalah praktik pengobatan sendiri oleh masyarakat untuk mengatasi penyakit ringan tanpa harus ke dokter. Swamedikasi kecacingan merupakan pengobatan untuk mengatasi penyakit kecacingan dengan menggunakan obat bebas, bebas terbatas dan golongan obat wajib apotek yang diberikan tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian kecacingn STH yang berasal dari pemeriksaan feses anak murid kelas II-V SD Negeri 106804 Percut dengan tingkat swamedikasi obat cacing orangtua murid dengan menggunakan kuisoner. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 61 orang. Angka kejadian kecacingan STH 11,46%. Tipe cacing yang menginfeksi adalah Trichuris trichiura dan Ascaris lumbricoides. Tingkat swamedikasi obat cacing orangtua murid mayoritas cukup 50,82%. Data dianalisa menggunakan uji ETA dengan hasil tidak ada hubungan antara kejadian kecacingan STH dengan swamedikasi penyakit kecacingan oleh orang tua murid SDN 106804 Percut. Kesimpulan: kemampuan melakukan swamedikasi harus dibarengi dengan kesadaran personal hygiene yang baik. Saran: dilakukan penelitian yang melibatkan beberapa sekolah, juga menambah variabel penelitian lain seperti pengetahuan tentang penyakit kecacingan.
Cite
CITATION STYLE
Sari, S. K., Selly Oktaria, & Hasibuan, R. A. U. (2024). HUBUNGAN KEJADIAN KECACINGAN STH DENGAN SWAMEDIKASI PENYAKIT KECACINGAN OLEH ORANGTUA DARI ANAK SDN 106804 PERCUT. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 23(2), 258–265. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v23i2.630
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.