Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Vegan Cilok dengan Penggunaan Pewarna Alami

  • Zein M
  • Nuryati N
  • Fitriani S
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Cilok merupakan jajanan khas Bandung, cilok dibuat dari campuran tepung tapioka, tepung terigu, potongan seledri dan bumbu seperti bawang putih, garam serta merica. cilok dapat dibuat dalam berbagai variasi dan modifikasi baru yang salah satunya adalah vegan cilok dengan penggunaan pewarna alami. Pewarna alami yang digunakan dari sayur dan buah seperti buah naga, labu dan bayam. Tujuan dari penelitian ini menganalisis nilai tambah dan menghitung kelayakan usaha vegan cilok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Hayami dan kriteria kelayakan usaha yang meliputi BEP, ROI, PBP dan B/C. Hasil penelitian ini menunjukan, rasio nilai tambah yang diperoleh pada produk vegan cilok komoditas buah naga 90%, labu 87% dan bayam 75% dengan presentase keuntungan yang dicapai masing-masing komoditas yaitu buah naga 12%, labu 18% dan bayam 47%. sedangkan untuk hasil penelitian kelayakan usaha didapatkan hasil BEP sebesar 121, ROI 87%, PBP 1, B/C 3,55, hasil dari perhitungan kelayakan usaha ini sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan sehingga dapat dikatakan layak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zein, M., Nuryati, N., & Fitriani, S. (2020). Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Vegan Cilok dengan Penggunaan Pewarna Alami. Jurnal Teknologi Agro-Industri, 7(1), 70–80. https://doi.org/10.34128/jtai.v7i1.118

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free