Abstract
Proses pencucian dengan drainase bawah permukaan diperlukan dalam menangani masalah salinitas di lahan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah menentukan laju pencucian garam dalam tanah melalui percobaan aliran kontaminan dalam tanah, dan mengetahui keakuratan formula yang digunakan dalam menentukan laju pencucian. Tahapan pengumpulan data terdiri atas percobaan sifat fisik tanah, kontaminasi garam, dan pencucian tanah. Hasil percobaan menunjukkan bahwa setiap laju perkolasi membutuhkan waktu pencucian yang berbeda untuk menurunkan konsentrasi sampai tingkat yang diinginkan, yaitu 0.07, 0.13 dan 0.08 hari untuk laju perkolasi 1035.73, 1614.12, dan 1888.52 mm/hari. Hal ini dipengaruhi oleh konsentrasi garam terlarut (Ct), laju perkolasi (q), kemampuan tanah dalam menyimpan (Wfc) dan meloloskan air (K). Namun hasil tersebut berbeda bila dihitung secara teori, sehingga untuk kondisi tanah dan metode yang digunakan seperti dalam proses penelitian perlu adanya pengembangan terhadap formula yang dikeluarkan oleh ILRI (1994), yaitu dengan menambahkan koefisien koreksi untuk nilai Wfc sebesar 0.076, 0.078, dan 0.042 untuk percobaan 1, 2, dan 3 guna memperoleh hasil perhitungan yang lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Cite
CITATION STYLE
Nasyirah, N., Kalsim, D., & Saptomo, S. (2015). Analysis of The Rate of Saline Soil Leaching by Using Subsurface Drainage. Jurnal Keteknikan Pertanian, 03(2), 1–8. https://doi.org/10.19028/jtep.03.2.89-96
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.