Abstract
Sumatera Barat berada pada posisi ke 13 dengan angka pravelensi penyalahgunaan NAPZA sebesar 1,78% atau sekitar 63.523 orang. Pengguna Napza tidak lagi melihat umur, bahkan yg berusia dini yakni 10 tahun sampai usia lansia banyak mengkonsumsi napza, jenis yang digunakan berupa sabu, ganja, lem, kecubung, dan obat-obatan. Faktor penyebab pengguna napza adalah yang pertama faktor lingkungan sosial seperti motif ingin tahu, adanya kesempatan dikarenakan orang tua sibuk dengan kegiatan masing-masing dan kurangnya rasa kasih sayang ataupun akibat dari broken home, sarana dan prasarana, yang kedua kepribadian seperti rendah diri, perasaan rendah diri dalam masyarakat maupun lingkungan, yang ketiga emosional dan mental seperti lemah mental seseorang akan lebih mudah di pengaruhi ke arah penggunaan (Lisa, 2013). Dampak yang ditimbulkan sebagai akibat penggunaan narkoba terbukti sangat merugikan yang dapat ditinjau dari segala aspek seperti medis, sosial, hukum, ekonomi serta keamanan. Bahkan bila tidak ada pencegahan yang efektif dan berkelanjutan dapat mengakibatkan bangsa kehilangan generasinya (Lisa, 2013).salah satu terapi yang diberikan kepada pasien penggunaan napza itu terapi konseling, psikoterapi supportif. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Meningkatkan Pengetahuan Remaja Terhadap Riwayat Penggunaan NAPZA Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji. Metode pengabmas ini menggunakan metode penyuluhan pemberian pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja.hasil kegiatan pemberian Pendidikan Kesehatan kepada remaja ini menigkat menjadi 85 % yang mana sebelumnya hanya 58%.
Cite
CITATION STYLE
Welly, & Edo Gusdiansyah. (2024). Pemberian Pendidikan Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Penyalahgunaan Napza. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK), 3(2), 113–118. https://doi.org/10.33757/jpik.v3i2.78
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.