Abstract
Tanaman kelor (Moringa oliefera L.) merupakan tanaman perdu yang memiliki beberapa kandungan senyawa kimia diantaranya flavonoid, saponin sitokinin, asam-caffeolylquinat dan mengandung asam lemak tak jenuh seperti linoleat (omega 6) dan alfalinolenat (omega 3). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam fraksi etanol daun kelor, serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Skrining fitokimia dilakukan melalui reaksi warna dengan menggunakan suatu pereaksi tertentu, selanjutnya uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi fraksi etanol sebesar 15%, 30%, 45% dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan senyawa yang terdapat dalam fraksi etanol daun kelor adalah alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Diameter zona hambat terhadap bakteri S. aureus berada pada rentang 7,43 mm – 10,16 mm, sedangkan terhadap bakteri S. epidermidis berada pada rentang 7,43 mm – 10,48 mm. dapat disimpulkan bahwa fraksi etanol daun kelor memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan S. epidermidis.
Cite
CITATION STYLE
Dewi, A. P., Darmadi, D., & Yesti, Y. (2023). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 152–158. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.393
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.