Hubungan Stres Kerja dengan Kejenuhan (Burnout) Kerja Pada Perawat

  • Wardhani U
  • Muchtar R
  • Farhiyani A
N/ACitations
Citations of this article
156Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hasil survei PPNI tahun 2016 menunjukkan bahwa 50,9% perawat mengalami stress kerja di empat provinsi, salah satu provinsi tersebut adalah Kepulauan Riau. Berdasarkan studi pendahuluan di RSUD Embung Fatimah Kota Batam didapatkan bahwa 85 perawat yang bekerja di ruang rawat inap mengalami kelelahan kerja dalam rutinitas pekerjaannya. Perawat sering mengalami pusing dan letih karena aktivitas kerja yang tinggi dan waktu yang diperlukan dalam bekerja. Kondisi ini dipicu karena tanggungjawab dalam organisasi dan pekerjaan yang pada akhirnya memunculkan konflik. Profesi perawat beresiko mengalami stress kerja yang tinggi dan akan berdampak jangka panjang pada pekerjaan itu sendiri. Hal ini akan memunculkan tendensi burnout pada perawat. Disain penelitian ini adalah penelitian korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 85 responden. Analisa data menggunakan Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara stress kerja dengan burnout pada perawat di ruang rawat inap di RS X p value = 0.002. disarankan perawat untuk meningkatkan kerja tim dalam mengurangi stress kerja.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wardhani, U. C., Muchtar, R. S. U., & Farhiyani, A. (2020). Hubungan Stres Kerja dengan Kejenuhan (Burnout) Kerja Pada Perawat. Jurnal Amanah Kesehatan, 2(1), 83–97. https://doi.org/10.55866/jak.v2i1.48

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free