Abstract
The development of rural tourism villages has emerged as a significant alternative in transforming subsistence agriculture patterns in rural areas, often characterized by irregular income streams that barely sustain basic needs. The trend of rural tourism village development is observed in many subsistence farming communities, leveraging the unique potential of natural and cultural resources that can be tapped through village fund utilization. The initiation of rural tourism village development in Ngargoretno Village began with community-driven efforts and a communal spirit to realize the concept of such a village. The village authorities also provided support by allocating village funds and empowerment activities, including training sessions for the youth who play a pivotal role in driving rural tourism village development. This research aims to describe the collaborative efforts between the community and village authorities in realizing rural tourism villages and identify the success factors in rural tourism village development. This research adopts a qualitative approach, with data collection conducted through observations and interviews with key stakeholders from the community and village authorities involved in rural tourism village development. The theoretical foundation of this research lies in empowerment theory, emphasizing the involvement of various stakeholders, including village authorities, educational institutions, and community organizations in rural tourism village development. The findings reveal active community involvement in infrastructure development such as roads, enhancement of tourist attractions through cleaning and painting marble, and the establishment of public facilities such as toilets. Furthermore, partnerships with educational institutions like Universitas Gadjah Mada and the Magelang Tourism Office have enriched tourism packages by introducing additional attractions such as tea plantation tours and religious tourism and promoting local cuisine. The development of rural tourism villages is also expected to increase the income of Ngargoretno Village residents through a rise in tourist visits from outside the village and the creation of new employment opportunities for the younger generation. Optimism persists, fueled by the enthusiastic spirit of village authorities and the community in developing the concept of rural tourism villages.Pengembangan desa wisata rintisan telah menjadi alternatif penting dalam mengubah pola pertanian subsisten di pedesaan yang seringkali tidak menjamin pendapatan tetap setiap bulan dan hanya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar. Trend pengembangan desa wisata ini teramati di sebagian besar wilayah pedesaan dengan pertanian subsisten, yang memiliki potensi keunikan dalam sumber daya alam dan budaya yang dapat diperkenalkan melalui pemanfaatan dana desa. Proses pengembangan desa wisata rintisan di Desa Ngargoretno dimulai oleh inisiatif masyarakat dengan semangat gotong royong untuk mewujudkan konsep desa wisata tersebut. Dukungan juga diberikan oleh pihak pemerintah desa dalam bentuk alokasi dana desa serta kegiatan pemberdayaan melalui penyelenggaraan pelatihan bagi generasi muda sebagai penggerak utama dalam pengembangan desa wisata rintisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah desa dalam mewujudkan desa wisata rintisan, serta untuk mengidentifikasi peluang keberhasilan dalam pengembangan desa wisata rintisan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan stakeholder utama, baik dari kalangan masyarakat maupun pemerintah desa yang terlibat dalam pengembangan desa wisata rintisan. Teori yang menjadi landasan dalam penelitian ini adalah teori pemberdayaan, yang menekankan pada proses keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan dalam pengembangan desa wisata rintisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pengembangan desa wisata ini, masyarakat secara aktif terlibat dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan, pengolahan objek wisata seperti pembersihan dan pengecatan marmer, serta pembangunan fasilitas umum seperti toilet. Selain itu, kerjasama dengan lembaga pendidikan seperti Universitas Gadjah Mada dan Dinas Pariwisata Magelang telah memperkaya paket wisata dengan menambahkan destinasi seperti wisata kebun teh, wisata religi, dan pengembangan kuliner lokal. Pengembangan desa wisata rintisan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Ngargoretno melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari luar desa, serta memberikan peluang-peluang pekerjaan baru bagi generasi muda. Optimisme terus tumbuh, didukung oleh semangat antusiasme dari pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan konsep desa wisata rintisan ini.
Cite
CITATION STYLE
Muryanti, M. (2023). Challenges and Opportunities in Developing Rural Tourism Villages: A Case Study of Ngargoretno Village, Indonesia. Society, 11(2), 589–602. https://doi.org/10.33019/society.v11i2.594
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.