Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mereviu dan menganalisis secara komprehensif konsep profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi tantangan Era Society 5.0, yang didahului Revolusi Industri 4.0. Era ini menuntut pergeseran paradigma pendidikan menjadi serba pragmatis, otomatis, dan teknologis. Metode yang digunakan adalah library research atau kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dianalisis menggunakan content analysis (analisis isi). Hasil reviu menunjukkan bahwa profesionalisme Guru PAI di Era Society 5.0 tidak hanya didasarkan pada pemenuhan empat kompetensi standar (pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial) sesuai peraturan yang berlaku, tetapi juga harus mencakup penguasaan materi PAI terintegrasi. Lebih dari itu, Guru PAI dituntut untuk menjadi capable, innovator, dan developer dalam pembelajaran. Secara spesifik, profesionalisme di era ini harus berfokus pada pendidikan karakter, moral, dan keteladanan (uswah) untuk menanggulangi dampak negatif kemajuan teknologi. Peningkatan kualitas pembelajaran PAI dicapai melalui interaksi intensif, pemanfaatan sumber belajar digital, dan pengembangan kompetensi abad ke-21 (seperti educational competence dan technological commercialization). Guru PAI Era 5.0 berperan sebagai inovator spiritual berbasis digital yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan teknologi. Profesionalismenya tercermin melalui kemampuan menyampaikan ajaran Islam dengan metode modern, mengoptimalkan teknologi positif, dan membangun generasi Muslim yang berakhlak mulia serta adaptif.
Cite
CITATION STYLE
Shodikin, S., Wahid, Moh. G., & Damanhuri, D. (2025). Analisis Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Tantangan di Era Society 5.0. Jurnal Basicedu, 9(6), 1700–1706. https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i6.10766
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.