Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kebijakan pariwisata desa di Desa Ensaid Panjang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dengan fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan studi literatur, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, dan observasi partisipatif di lapangan. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa tantangan utama, termasuk keterbatasan infrastruktur seperti akses jalan dan fasilitas dasar, keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam bidang pariwisata, dan pendanaan yang kurang memadai untuk pengembangan pariwisata desa. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi peningkatan infrastruktur dasar, penyediaan pelatihan dan pendidikan pariwisata bagi masyarakat lokal, pengembangan paket wisata yang menonjolkan kekayaan budaya dan alam, peningkatan promosi melalui media digital, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Implementasi strategi-strategi ini diharapkan dapat mendorong perkembangan pariwisata yang berkelanjutan di Desa Ensaid Panjang, memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang merata bagi seluruh masyarakat. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, akademisi, dan pelaku industri pariwisata untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Cite
CITATION STYLE
-, N. (2024). Implementasi Kebijakan Pariwisata Desa: Tantangan dan Peluang di Desa Ensaid Panjang. FOKUS : Publikasi Ilmiah Untuk Mahasiswa, Staf Pengajar Dan Alumni Universitas Kapuas Sintang, 22(2). https://doi.org/10.51826/fokus.v22i2.1228
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.