Abstract
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Indonesia. Tingkat pengangguran terbuka Indonesia hingga Februari 2017 sebesar 5,33 persen, Dari sisi jumlah angkatan pengangguran terbuka menurut pendidikian di dominasi oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 12,65 % di susul Sekolah Menengah Atas (SMA) 10,32 %, Diploma 7,54 %, Sarjana 6,40 %, Sekolah menengah Pertama 6,22 % dan Sekolah dasar Kebawah 2,74 %. Hal ini sangat mencemaskan karena angka ini masih sangat besar pengangguran yang terjadi di awal tahun 2017 ini sangat berdapak pada kehidupan masyarakat. Masih tingginya pengangguran di kalangan usia muda produktif semakin menunjukkan bahwa ketersediaan lapangan kerja yang sangat terbatas. Hal ini tentu saja disebabkan oleh banyak faktor yang sangat kompleks. Namun demikian, salah satu solusi yang sangat realistis untuk diwujudkan adalah melalui usaha peningkatan jumlah wirausaha terutama di kalangan muda produktif, yang dalam hal ini dapat diwakili oleh kelompok pemuda putus sekolah didesa di dusun-dusun atau minimal di tingkat kelurahan. Salah satu alternatif solusinya adalah melalui pemberdayaan generasi muda agar mampu berwirausaha melalui pelatihan keterampilan produksi komoditas yang dapat diterima pasar secara mudah. Sasaran antara yang strategis adalah kelompok Pemuda Gereja yang ada Desa/Kelurahan dan tingkat dusun.
Cite
CITATION STYLE
Maukar, D. D. (2019). PKM PEMBUATAN RAK BESI UNTUK POT BUNGA DENGAN CARA PENGELASAN OLEH PEMUDA GMIM HIDUP BARU MAESA UNIMA KECAMATAN TONDANO SELATAN KAB. MINAHASA. ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 12(2). https://doi.org/10.36412/abdimas.v12i2.1059
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.