Tradisi Lisan Berbalas Pantun dalam Pembentukan Konsep Diri Pada Masyarakat Melayu Siak Sri Indrapura

  • Nurhadi N
  • Zaen A
  • Sulastri D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tradisi lisan berbalas pantun merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya Melayu yang masih dipertahankan dalam upacara pernikahan adat masyarakat Melayu khususnya Siak Sri Indrapura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi berbalas pantun dalam pembentukan konsep diri individu yang terlibat sebagai pelaku adat dan anggota masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap pelaku pantun adat dan tokoh lembaga adat, yang diperkuat dengan narasumber tambahan sebagai representasi pelaku lintas generasi. Analisis data dilakukan secara tematik dengan merujuk pada teori konsep diri Carl Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam tradisi berbalas pantun berkontribusi pada pembentukan konsep diri positif melalui internalisasi nilai tanggung jawab, kesopanan, amanah, dan identitas budaya. Tradisi ini juga berfungsi sebagai medium penerimaan sosial (positive regard) yang memperkuat harga diri dan konsistensi antara diri aktual dan diri ideal. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi lisan tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai mekanisme psikososial dalam pembentukan jati diri masyarakat Melayu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurhadi, N., Zaen, A. H., Sulastri, D., Zulkhairi, I., & Masyhuri, M. (2026). Tradisi Lisan Berbalas Pantun dalam Pembentukan Konsep Diri Pada Masyarakat Melayu Siak Sri Indrapura. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(1), 187–192. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i1.35827

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free