INTEGRASI ILMU AGAMA DAN SAINS (Kajian atas Pemikiran al-Ghazālī)

  • Yaqin A
N/ACitations
Citations of this article
134Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini difokuskan dalam mengkaji konsep yang digagas oleh al-Ghazālī mengenai integrasi ilmu pengetahuan. Sebagai seorang ulama’ besar, ia berupaya membangun konsepsi ilmu dari berbagai pendekatan disiplin ilmu. Menurutnya, mempelajari, meng­kaji dan mengembangkan ilmu sains tergolong fardu kifayah sejajar dengan mempejari ilmu ushul fiqh, tafsir, hadits, ekonomi, politik, dan ilmu keislaman lainnya. Dalam arti, kewajiban mem­pelajari ilmu semacam ini mengikat pada semua umat Islam, tetapi kewajiban tersebut dapat gugur apabila sudah terdapat sebagian umat Islam yang membidanginya. Walaupun termasuk fardu kifayah, al-Ghazālī mene­kankan ilmu semacam ini jangan sampai dikesam­ping­kan, karena hasil akhir/muara segala ilmu bertitik temu menuju Tuhan. Selain itu, jalan menuju Tuhan yang diawali dengan menge­tahui eksistensi-Nya dapat ditempuh dengan dua bukti, yakni dengan ayat-ayat qur’aniyah dan ayat-ayat kauniyah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yaqin, A. (2016). INTEGRASI ILMU AGAMA DAN SAINS (Kajian atas Pemikiran al-Ghazālī). Islamuna: Jurnal Studi Islam, 3(1), 37–55. https://doi.org/10.19105/islamuna.v3i1.946

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free