Komunikasi Teraupetik di Era Nabi Muhammad SAW

  • Moh Syahri Sauma
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Komunikasi teraupetik merupakan salah satu  bagian komunikasi efektif sering dipakai oleh seorang praktisi kesehatan jiwa, untuk mengobati pasien. Dan setiap dokter/perawat memiliki strateginya masing-masing dalam menerapakan komunikasi teraupetik kepada klien-nya.             Berbicara komunikasi teraupetik di zaman Rasulullah istilah tersebut masih belum ada di zaman Rasulullah SAW. Namun secara parktiknya kegiatan komunikasi teraupetik sudah pernah dilakukan bahkan dicontohkan oleh Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam. Mengingat Nabi Muhammad SAW selain diutus sebagai rosul juga sekaligus menjadi uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagi ummatnya.                         Hasil penelitian ini, bahwa Nabi Muhammad SAW melalui komunikasi telah memberikan bimbingan berupa doa-doa khusus untuk mengokohkan keimanan seseorang agar dijauhkan dari penyakit syubhat dan syahwat. Bimbingan berupa doa-doa itulah yang kemudian dikategorikan sebagai kegiatan ber-komunikasi teraupetik. Dan selain itu upaya yang dilakukan Rasulullah dalam rangka memperbaiki kondisi emosional mereka yang terkena penyakit gangguan jiwa.  Ada empat yang dilakukan beliau ketika berinteraksi dengan mad’u antara lain sebagai berikut: Pertama: Membaca/ memperdengarkan al-qur’an. Kedua: Sholat, Ketiga: Dzikir, Keempat: Do’a.

Cite

CITATION STYLE

APA

Moh Syahri Sauma. (2022). Komunikasi Teraupetik di Era Nabi Muhammad SAW. An-Nida’ : Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 11(1), 1–24. https://doi.org/10.61088/annida.v11i1.435

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free