Abstract
This research is motivated by the high level of academic anxiety experienced by 12th-grade students approaching graduation and university entrance exams, especially in areas with limited psychological support, such as Kupang City. Emotional regulation is considered an important factor influencing students' ability to cope with academic stress. This study aims to determine the relationship between emotional regulation and academic anxiety in 12th-grade students of SMAN 3 Kupang City. The approach used was quantitative with a correlational method. The research subjects consisted of 12th-grade students selected using a total sampling technique. Data analysis used the Pearson correlation test. The results showed a significant negative relationship between emotional regulation and academic anxiety (r = ?0.205; p = 0.003), meaning that the better students' emotional regulation abilities, the lower their academic anxiety levels. The majority of students had moderate to high emotional regulation (75.4%) and moderate to low academic anxiety (66.5%). These findings support the Process Model of Emotion Regulation theory, which emphasizes the role of emotional regulation as a protective factor against academic stress. Practically, the results of this study are expected to be a basis for schools to develop guidance and counseling programs that focus on emotional regulation training to help students deal with academic pressure adaptively. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kecemasan akademik yang dialami siswa kelas XII menjelang kelulusan dan seleksi masuk perguruan tinggi, terutama di wilayah dengan keterbatasan dukungan psikologis seperti Kota Kupang. Regulasi emosi dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi kemampuan siswa dalam menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan kecemasan akademik pada siswa kelas XII SMAN 3 Kota Kupang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara regulasi emosi dan kecemasan akademik (r = ?0,205; p = 0,003), yang berarti semakin baik kemampuan regulasi emosi siswa, semakin rendah tingkat kecemasan akademik yang mereka alami. Mayoritas siswa memiliki regulasi emosi dalam kategori sedang hingga tinggi (75,4%) dan kecemasan akademik dalam kategori sedang hingga rendah (66,5%). Temuan ini mendukung teori Process Model of Emotion Regulation yang menegaskan peran regulasi emosi sebagai faktor pelindung terhadap stres akademik. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah untuk mengembangkan program bimbingan dan konseling yang berfokus pada pelatihan regulasi emosi guna membantu siswa menghadapi tekanan akademik secara adaptif.
Cite
CITATION STYLE
Djonga, Y. C., Anakaka, D. L., Aipipidely, D., & Wijaya, R. P. C. (2025). REGULASI EMOSI DAN KECEMASAN AKADEMIK SISWA KELAS XII DI SMAN 3 KOTA KUPANG. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(4), 1774–1782. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i4.7474
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.