Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) perwatakan tokoh utama Srikuning dan Sudjana dalam novel Sri Kuning karangan R. Hardjowirogo; 2) wujud konflik batin, 3) faktor yang menyebabkan serta 4) cara tokoh mengatasi konfliknya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud yaitu berhubungan dengan id, ego, dan superego. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dengan membaca secara cermat berulang-ulang. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah 1) watak Srikuning: centil, tegas, bijaksana, dll, watak Sudjana: terampil berkelahi, berhati-hati, jujur dll. 2) wujud konflik batin Srikuning: marah, sedih, pertentangan batin, dll sedangkan Sudjana: marah, sedih, tidak tega dll. 3) Faktor yang menyebabkan konflik batin Srikuning akan dijodohkan dengan Subagja dan Bendara Juru, disakiti oleh Subagja, dll sedangkan Sudjana: mendengar ucapan yang menyakitkan, difitnah oleh Bendara Juru dan Surasentika dll. 4) Cara Srikuning mengatasi konflik dengan agresi langsung, pengalihan dan rasionalisasi, sedangkan Sudjana mengatasinya dengan regresi dan rasionalisasi.The purpose of this study is to 1) describe the main characters, Srikuning and Sudjana, in the novel Sri Kuning by R. Hardjowirogo; 2) explain the nature of inner conflict; 3) identify the causing factors; and 4) explain how the characters resolve their conflict. This research used a qualitative descriptive method with Sigmund Freud's literary psychology approach that relates to the id, ego, and superego. The data collection technique is carried out through a literature study by reading carefully over and over again. The results of this study are as follows: 1) Srikuning's character: coquettish, assertive, wise, etc.; Sudjana's character: skilled in fighting, careful, honest, etc. 2) The form of Srikuning's inner conflict: anger, sadness, inner conflict, etc., whereas Sudjana's: anger, sadness, heartlessness, etc. 3) Factors that cause Srikuning's inner conflict: being set up by Subagja and Bendara Juru, being defamed by Bendara Juru, etc., whereas Sudjana's are: Subagja interfering with his affairs with Srikuning, being emotionally provoked by Pak Thiwul, etc. 4) Direct aggression, diversion, and rationalisation are Srikuning's methods of resolving conflict, whereas Sudjana uses regression and rationalisation to handle it.
Cite
CITATION STYLE
Ratri, T. S., Sri Harti Widyastuti, & Mulyana. (2025). KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SRI KUNING KARYA R. HARDJOWIROGO (Kajian Psikologi Sastra). JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA, 11(2), 1–18. https://doi.org/10.21067/jibs.v11i2.10351
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.