Abstract
Penelitian ini mengaplikasikan metode AcciMap dalam analisis kasus kecelakaan tabrakan antara kereta api dan bus angkutan penumpang di perlintasan rel sebindang di Indonesia. Metode AcciMap merupakan metode analisis kecelakaan dengan pendekatan sistem yang diadaptasi dari kerangka manajemen risiko yang dikembangkan oleh Jens Rasmussen (1997). Studi ini menggunakan kasus tabrakan KA KRL 1528 dengan Bus Metromini B-7760-FD di perlintasan rel sebidang Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat yang terjadi pada 6 Desember tahun 2015 sebagai subjek penelitian. Sumber data diambil dari laporan akhir Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan berbagai media massa populer digital. Kerangka AcciMap yang spesifik dengan konteks kasus tersebut ini telah disusun dengan mengidentifikasi berbagai faktor kontribusi dan interaksinya yang dikelompokkan dalam lima tingkatan struktur, terdiri dari: pemerintah daerah dan badan regulator; organisasi dan instansi lain yang terkait; pengelola bus metromini; pengemudi bus metromini; dan kondisi peralatan dan lingkungan sekitar. Metode ini memungkinkan analis maupun investigator kecelakaan untuk menyelidiki tindakan-tindakan dan keputusan dari tingkat atas seperti pengelola bus hingga pemerintah dan badan regulator yang berpengaruh dalam terjadinya kecelakaan. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan dengan menganalisis kumpulan kasus-kasus kecelakaan serupa lain yang pernah terjadi di Indonesia untuk mendapatkan poin-poin pembelajaran lain yang lebih komprehensif agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
Cite
CITATION STYLE
Yuantoko, T. D., & Djunaidi, Z. (2022). PENGAPLIKASIAN METODE ACCIMAP DALAM ANALISIS KECELAKAAN TABRAKAN KRL 1528 VS METROMINI B-7760-FD. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1072–1082. https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i2.4099
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.