Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kuasa dalam pembentukan konstruksi pengetahuan di lingkungan pendidikan, khususnya pada sistem pendidikan Indonesia, dengan menggunakan perspektif teori Michel Foucault. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik filosofis. Penelitian ini menyoroti bagaimana kuasa berperan sebagai elemen kunci dalam proses konstruksi pengetahuan di sekolah-sekolah. Konsep kuasa Foucault digunakan untuk memahami bagaimana institusi pendidikan, melalui kurikulum, aturan, penilaian, dan struktur kelembagaan, memengaruhi pembentukan pengetahuan yang diterima oleh siswa. Analisis dalam penelitian ini juga menyoroti bagaimana kuasa politik, ideologi, dan nilai-nilai budaya tercermin dalam sistem pendidikan Indonesia, membentuk narasi tertentu dalam kurikulum dan pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa kuasa berperan secara signifikan dalam konstruksi pengetahuan di sekolah, dengan pengaruh yang kuat dari faktor-faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, ideologi, dan nilai-nilai budaya. Implikasinya adalah perlunya refleksi kritis terhadap sistem pendidikan Indonesia, dengan menekankan inklusivitas, pluralitas perspektif, dan pemenuhan kebutuhan siswa yang beragam untuk memperkaya konstruksi pengetahuan dalam kurikulum dan proses pembelajaran.
Cite
CITATION STYLE
Siswadi, G. A. (2024). RELASI KUASA TERHADAP KONSTRUKSI PENGETAHUAN DI SEKOLAH PERSPEKTIF MICHEL FOUCAULT DAN REFLEKSI ATAS SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA. Sang Acharya: Jurnal Profesi Guru, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.25078/sa.v5i1.3405
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.