Abstract
Penyebab utama dari anemia gizi besi pada wanita yaitu kurangnya asupan makanan zat besi (Fe). Asupan zat besi dapat diperoleh dari makanan berupa biskuit. Tepung kelor dan tepung kacang hijau yang ditambahkan sebagai bahan biskuit dapat dijadikan makanan selingan tinggi zat besi dalam upaya meningkatkan asupan zat besi pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung kelor dan tepung kacang hijau terhadap sifat organoleptik dan kadar zat besi. Penenlitian ini merupakan penelitian ekspreimental dengan formulasi perbandingan F1 75% : 25%, F2 50% : 50% dan F3 25% : 75%. Uji organoleptik dilakukan oleh 30 orang agak terlatih, lalu hasil terbaik diuji kadar zat besi dengan metode ICP-OES. Analisis data menggunakan Uji Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan metode Uji Mann Whitney. Biskuit yang memilki skor tertinggi adalah formulasi F1 dengan perbandingan tepung kelor dan tepung kacang hijau 75% : 25%.Satu takaran saji 60 gram dan dapat memenuhi 24% dari kebutuhan zat besi. Hasil uji stastistik ditemukan nilai (p (0,000) < α (0,05)) yang berarti ada pengaruh formulasi tepung kelor dan tepung kacang hijau terhadap rasa biskuit, dan ada pengaruh pada aspek rasa, aroma, dan tekstur biskuit. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan memperbaiki tesktur pada produk untuk lebih meningkatkan daya terima serta melakukan penelitian kepada sasaran.
Cite
CITATION STYLE
Pratiwi, A., Fitria, M., Sulaeman, A., Agung, F., & Moviana, Y. (2023). ANALISIS MUTU BISKUIT MORINGNA SEBAGAI ALTERNATIF ANEMIA PADA REMAJA PUTRI. Jurnal Gizi Dan Dietetik, 2(1), 25–37. https://doi.org/10.34011/jgd.v2i1.1282
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.