Abstract
Ketahanan imun tubuh manusia mempengaruhi kondisi kesehatannya. Imun tubuh yang kuat akan mencegah tubuh terjangkit virus yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya. Peningkatan imunitas secara sederhana dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi untuk tubuh. Mentimun merupakan jenis sayuran yang banyak dikonsumsi segar oleh masyrakat Indonesia mengandung nilai gizi yang lengkap. Kandungan dalam mentimun diantaranya adalah mineral, vitamin (A, B, B2, dan C), dan protein yang dapat meningkatkan imunitas. Timun suri merupakan mentimun yang memiliki kandungan vitamin C yang cukup banyak. Timun suri mengandung 24,86 mg vit c dalam 100 g buah. Timun suri termasuk kedalam pasar buah melon dan blewah. Namun produksinya masih fluktuatif untuk memenuhi pasar permintaan. Pada tahun 2020 produksi menurun menjadi 33.056 ton/tahun. Produksi melon mengalami penurunan pada tahun 2017 tahun menjadi 92.434 ton/tahun. Salah satu penyebab produksi yang menurun dan cenderung fluktuatif adalah varietas atau kultivar yang ditanam petani secara genetik masih berpotensi hasil rendah. Maka tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi untuk mengatuhi penampilan dari 6 koleksi galur (1) TS01 ; (2) TS02 ; (3) TS03 ; (4) TS04 ; (5) TS05 ; (6) TS06 dengan dua varietas pembanding yaitu Syakira dan Surina yang dapat digunakan untuk menemukan galur yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam pembentukan varietas unggul. Varietas unggul dapat diketahui dari hasil penampilan karakter kualitatif dan kuantitatif yang unik pada setiap galur. Penelitian tersebut dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2022 yang bertempat di Jl. Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan KarangplosoMalang, Jawa Timur. Alat yang digunakan meliputi peralatan peralatan kegiatan budidaya dan pengamatan. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian adalah 6 galur timun suri (1) TS01 ; (2) TS02 ; (3) TS03 ; (4) TS04 ; (5) TS05 ; (6) TS06 dengan dua varietas pembanding yaitu Syakira dan Aurelia IPB, G-78 (penguat akar), insektisida, diasinon, herbisida, fungisida, air, bayclin, pupuk kandang, tanah, pupuk NPK, pupuk KCL, pupuk SP36, pupuk Urea, mulsa, mikoriza dan molase. Metode yang digunakan pada penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas 8 perlakuan dengan melakukan tiga kali ulangan sehingga didapatkan 24 unit percobaan. Perlakuan pada percobaan berupa 6 galur timun suri. Variabel pengamatan meliputi karakter kuantitatif dan kualitatif. Karakter kulitatif meliputi pola helai daun, warna daun, bentuk daun, warna kuli buah, warna daging buah, bentuk buah, bentuk apex buah, alur pada buah, pola bunga, resistensi terhadap layu fusarium dan bercak buah. Karakter kuantitatif meliputi panjang tanaman, diameter batang, bobot buah, panjang buah diameter buah, persentase bagian buah yang dapat dikonsumsi, produktivitas perplot, padatan terlarut buah (brix) umur panen dan daya simpan. Data kualitatif dianalisi secara deskriptif dengan UPOV (2019) dan IPGR (2003) untuk penyakit serta penggunaan RHS Colour Chart untuk pengamatan warna. Data kuantitatif dianalisissecara statistik dengan analisis ragam dan uji lanjut DMRT dan KKG. Berdasarkan hasil analisis ragam pada karakter kuantitatif untuk parameter panjang tanaman, bobot buah, panjang buah diameter buah, persentase bagian buah yang dapat dikonsumsi, produktivitas perplot, kemanisan buah (brix) umur panen dan daya simpan menunjukan hasil berbeda nyata, sedangkan parameter diameter batang menunjukan tidak berbeda nyata. Galur TS01 dan TS03 menunjukan potensi untuk dijadikan varietas yang dapat dikembangkan karena memiliki ciri khusus pada penampilan morfologi dari karakter kuantitatif dan kualitatif yang diamati.
Cite
CITATION STYLE
Rahayu, F. B., & Soegianto, A. (2023). Karakterisasi Morfologi Enam Galur Timun Suri (Cucumis melo L.). Produksi Tanaman, 011(07), 429–437. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2023.011.07.02
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.