Abstract
This study aims to enhance the language skills of 4-5-year-old children through literacy play activities, considering that language learning practices in early childhood education often focus on academics and do not provide sufficient opportunities for exploration and engagement. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis & McTaggart model, using 17 children in Group A1 at the Pembina Bangil State Kindergarten. Data were collected through observation, documentation, field notes, and interviews, and analyzed descriptively, qualitatively, and in terms of percentage of development. The results showed a significant increase in listening (40%–85%), speaking (25%–80%), letter recognition (30%–85%), and retelling (35%–80%), with the overall average increasing from 33% to 82.5% in cycle II. These findings confirm that literacy play activities effectively stimulate children's language development and are relevant to be applied as a learning strategy in line with the principles of developmentally appropriate practice in early childhood education.Kemampuan berbahasa merupakan dasar penting dalam perkembangan anak usia dini karena berfungsi sebagai alat untuk berpikir, berkomunikasi, dan memahami lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan kegiatan bermain literasi dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok A1 di TK Negeri Pembina Bangil, Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas 17 anak berusia 4–5 tahun. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan kegiatan bermain literasi dilakukan tiga kali dalam seminggu. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, wawancara singkat, dan dokumentasi foto, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain literasi dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak secara signifikan. Anak menjadi lebih aktif dalam menyimak, berbicara, mengenal huruf, dan menceritakan kembali isi cerita. Rata-rata capaian meningkat dari 33% pada pra-siklus menjadi 82,5% pada siklus II. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh penggunaan media yang menarik, peran guru yang komunikatif, serta lingkungan belajar yang menyenangkan dan interaktif. Dengan demikian, kegiatan bermain literasi terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini dan dapat dijadikan model pembelajaran yang inspiratif bagi guru PAUD. Kata kunci: bermain literasi, kemampuan berbahasa, anak usia dini
Cite
CITATION STYLE
Rifqiyah, N., Arifin, I., & Sobri, A. Y. (2025). Kegiatan Bermain Literasi untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Kelompok A1 di TK Negeri Pembina Bangil. Muallimun: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Keguruan, 5(2), 221–234. https://doi.org/10.23971/muallimun.v5i2.10783
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.