Realisasi Tuturan Anak Down Syndrome dalam Interaksi Pembelajaran di Sekolah Luar Biasa

  • Destri Susilowati
  • Jatmika Nurhadi
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud tindak tutur ilokusi dan kendala tutur anak down syndrome dalam interaksi pembelajaran di SPLB C YPLB Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan siswa down syndrome tingkat Sekolah Dasar di SPLB C YPLB Kota Bandung. Teknik pengumpulan data melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian realisasi tuturan anak down syndrome dalam interaksi pembelajaran di SPLB C YPLB Kota Bandung ditemukan penggunaan tiga klasifikasi tindak tutur ilokusi, yakni tindak tutur asertif 47 tuturan (69.1%), tindak tutur direktif 19 tuturan (28%), dan tindak tutur ekspresif 2 tuturan (2.9%). Selain itu, ditemukan kendala tutur pada ketiga anak down syndrome dalam interaksi pembelajaran, meliputi penghilangan bunyi vokal dan konsonan (omisi) 23 tuturan (69.7%), penggantian bunyi vokal dan konsonan (substitusi) 8 tuturan (24.2%), dan ketidakjelasan kosakata 2 tuturan (6.1%). Kendala tutur yang dialami ketiga anak down syndrome membuat tuturan yang diujarkan selama interaksi pembelajaran tidak lengkap dan jelas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Destri Susilowati, & Jatmika Nurhadi. (2024). Realisasi Tuturan Anak Down Syndrome dalam Interaksi Pembelajaran di Sekolah Luar Biasa. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(1), 483–493. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3329

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free