Representasi Foto Keluarga: Ekspresi Seni Kontemporer pada Abad ke-21

  • Sutrisna M
  • Sabana S
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kata yang paling banyak mengalami redefinisi sekarang ini adalah seni dan budaya. Seni dan budaya saling keterkaitan, jika seni mengalami perubahan persepsi dan  interpretasi demikian pula sebaliknya. Salah satu penemuan yang menakjubkan di dunia ini adalah ditemukannya fotografi. Dalam ranah seni, fotografi mengalami perdebatan panjang untuk di kategorikan sebagai suatu medium Seni Rupa. Pada era Modernisme, fotografi berfungsi sebagai ‘pelayan’ seniman, sedangkan pada era Postmodernisme seniman sebagai fotografer, dan pada era Seni Kontemporer saat ini, fotografer adalah  seniman. Foto keluarga merupakan artefak dan dokumentasi dari perjalanan sejarah  kehidupan sebuah keluarga dengan segala dinamikanya. Berdasarkan kajian literatur dan  kategori Seni Kontemporer Charlotte Cotton maka foto keluarga termasuk di dalam delapan  kategori tersebut, khususnya pada kategori kelima, “Intimate Life”. Pada abad ke-21 ini, kemajuan teknologi digital mempengaruhi kemajuan kamera  dan teknologi percetakan sehingga menghasilkan suatu budaya digital, yang menghasilkan pergeseran paradigma fotografi dari sakral kearah provan sekaligus banal.Kata kunci: Foto Keluarga, Fotografi, Seni Kontemporer, Modernisme, Postmodernisme

Cite

CITATION STYLE

APA

Sutrisna, M., & Sabana, S. (2015). Representasi Foto Keluarga: Ekspresi Seni Kontemporer pada Abad ke-21. Panggung, 25(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v25i3.24

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free