Abstract
Artikel ini berjudul “Upacara Saur Matua Etnik Batak Angkola/Mandailing: Kajian Semiotika Sosial”. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk simbol yang terdapat dalam upacara saur matua etnik Batak Angkola/Mandailing, (2) mendeskripsikan fungsi simbol yang terdapat dalam upacara saur matua etnik Batak Angkola/Mandailing, dan (3) mendeskripsikan nilai simbol yang terdapat dalam upacara saur matua etnik Batak Angkola/Mandailing. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan observasi wawancara terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis temukan terdapat 34 simbol yakni (1) 20 bentuk simbol peralatan, (2) 7 bentuk simbol makanan, (3) 5 bentuk simbol penanda status sosial, (4) 2 bentuk simbol waktu, 5 fungsi simbol yaitu (1) menyatakan pesan ekspresif, (2) menyatakan pesan direktif, (3) menyatakan pesan komisif, (4) menyatakan pesan representatif, dan (5) menyatakan pesan deklaratif, dan 11 nilai simbol kesetiakawanan sosial, kesopansantunan, gotong royong, disiplin, pelestarian dan kreativitas budaya, pengelolaan gender, kerukunan, komitmen, kesejahteraan, dan rasa syukur.
Cite
CITATION STYLE
Harahap, S. G. E., & Sinulingga, J. (2022). UPACARA SAUR MATUA ETNIK BATAK ANGKOLA/MANDAILING: KAJIAN SEMOTIKA SOSIAL. Kompetensi, 15(2), 182–186. https://doi.org/10.36277/kompetensi.v15i2.77
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.