IKLAN “ORANG PINTAR MINUM TOLAK ANGIN” VS “ORANG BEJO MINUM BINTANG TOEJOEH MASUK ANGIN” PENINGKATAN PEMAHAMAN TINDAKAN KOMUNIKASI DAN ETIKA PERIKLANAN

  • Kartika T
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Beberapa perspektif dan aliran dalam etika, yang dapat diterapkan pada tindakan komunikasi, serta mengkritisi penerapan etika dalam berbagai bidang komunikasi. Iklan dengan tagline “Orang Pintar Minum Tolak Angin”, sejak ditayangkan di televisi 2000 ini telah menanamkan persepsi kepada masyarakat. Jamu Tolak Angin yang diproduksi oleh PT Sidomuncul ini merupakan salah satu produk obat herbal berupa cairan untuk mengatasi masuk angin. Selanjutnya ada beberapa produk lain serupa misalnya Bintang Toejoeh Masuk Angin dari Deltomed adalah jamu Tolak Angin berupa kaplet. Salah satu tagline yang digunakan oleh Bintang Toejoeh Masuk Angin adalah “wes, ewes-ewes bablas angine”. Tahun 2012 PT Bintang Toejoeh juga mengiklankan produk herbal berupa tablet dengan BTMA (Bintang Toejoeh Masuk Angin) dengan tagline “orang bejo minum Bintang Toejoeh Masuk Angin ”. Salah satu kalimat Butet Kertarajasa dalam iklan tersebut adalah “Orang bejo lebih untung dari orang pintar”. Kalimat pada “Orang bejo lebih untung dari orang pintar” menyinggung iklan pada kalimat “Orang Pintar Minum Tolak Angin” di digunakan PT Sidomuncul. Tulisan ini akan pembahasan dua iklan ini dilihat dari perspektif Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran dan juga dilihat dari etika yang seharusnya dilakukan perusahan dan pemilik media dalam mengiklankan produknya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kartika, T. (2016). IKLAN “ORANG PINTAR MINUM TOLAK ANGIN” VS “ORANG BEJO MINUM BINTANG TOEJOEH MASUK ANGIN” PENINGKATAN PEMAHAMAN TINDAKAN KOMUNIKASI DAN ETIKA PERIKLANAN. SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial Dan Budaya, 18(1), 35–42. https://doi.org/10.23960/sosiologi.v18i1.70

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free