Pemodelan Anomali Gaya Berat Akibat Curah Hujan dan Dinamika Air Tanah di Daerah Semarang (Halaman 6 s.d. 9)

  • Pratyas Katrinavia Y
  • Setyawan A
  • - S
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pemodelan ke depan (forward modelling) anomali gaya berat  telah dilakukan dengan menggunakan software Grav2DC untuk mengetahui respon anomali gaya berat akibat curah hujan dan dinamika air tanah di kota Semarang. Pemodelan dilakukan dengan pendekatan model perlapisan tanah dengan parameter ketebalan dan densitas berdasarkan sayatan peta geologi. Anomali gaya berat didapatkan dari selisih g pada periode pertama dan periode kedua. Anomali gaya berat akibat curah hujan merupakan selisih besarnya presipitasi pada periode pertama dan kedua. Berdasarkan hasil pemodelan kedepan yang dibuat dapat disimpulkan bahwa akibat dinamika air tanah dapat menghasilkan perubahan gayaberat (Δg) yang bernilai positif (+) jika terdapat kenaikan air tanah dan respon anomali gaya berat bernilai negatif (-) jika terjadi penurunan air tanah. Hasil anomali gaya berat akibat perbedaan curah hujan tiap tahun menyebabkan penurunan air tanah (Δh) sebesar 0,93 sampai 1,4 mm/tahun dengan anomali gaya berat sebesar –1,17 sampai  –1,76  mGal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pratyas Katrinavia, Y., Setyawan, A., & -, S. (2015). Pemodelan Anomali Gaya Berat Akibat Curah Hujan dan Dinamika Air Tanah di Daerah Semarang (Halaman 6 s.d. 9). Jurnal Fisika Indonesia, 19(55). https://doi.org/10.22146/jfi.24364

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free