Abstract
Isu jilbab di Indonesia banyak memiliki perbedaan bila dibandingkan dengan isu semisal di Timur Tengah. Di Indonesia, perdebatannya adalah antara mereka yang “mau mengenakan” dan mereka yang “tidak mau mengenakan”. Sedangkan di dunia Arab, perdebatannya adalah antara mereka yang “mau mempertahankan” dengan yang “mau menanggalkan” (hijâb versus sufûr). Selagi di Indonesia orang berdebat tentang apakah mengenakan jilbab itu kewajiban Islami atau sebagai adat Arab tentang kesantunan; di dunia Arab baik Muslim maupun non-Muslim yang telah berabad-abad mengenakan jilbab menanggalkannya sebagai bentuk perlawanan terhadap tradisi patriarki dan atau simbol modernitas. Demikian pula secara geografis, jika di Indonesia gerakan berjilbab adalah gerakan kaum urban, di Arab kaum urban-lah justru yang memulai gerakan menanggalkan jilbab.
Cite
CITATION STYLE
Maftuhin, A. (2011). MENYINGKAP STRUKTUR MAKNA PAKAIAN ARAB. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 10(1), 157. https://doi.org/10.14421/musawa.2011.101.157-170
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.