Abstract
Kantor pemerintah merupakan bangunan yang diharapkan dapat menjadi contoh sebagai bangunan hemat energi yang baik. Banyak usaha yang dapat dilakukan untuk menghemat energi, salah satunya memperhatikan desain fasade. Jendela sebagai bukaan pada fasade dapat diatur sedemikian rupa sehingga panas matahari tidak membuat peningkatan energi untuk mendinginkan ruangan sekaligus mengurangi penggunaan lampu pada siang hari. Salah satu aspek yang dapat digunakan untuk menilai kinerja bukaan jendela adalah Window-to-Wall Ratio (WWR). Rasio diperoleh dengan membagi total luas bukaan pada dinding yang menggunakan kaca dengan luas permukaan keseluruhan bidang selubung bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari nilai WWR dari bangunan kantor pemerintahan yang ada di Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan tampak bangunan dari 20 gedung kantor pemerintahan di Jakarta Selatan sebagai kasus studi. Hasil penelitian berupa nilai rata rata WWR kantor pemerintahan yang nantinya dibandingkan dengan rata-rata WWR kantor sejenis dari literatur lain. Dari hasil penelitian, diperoleh rata rata nilai WWR sama dengan 24.6%, yang mana masih berada di rentang WWR dalam penelitian lain.Kata kunci : Hemat Energi, Selubung Bangunan, Kantor Pemerintah, Window-to-Wall Ratio (WWR)Government offices are buildings that are expected to be a good example of energy-efficient buildings. Many efforts can be done to save energy, one of them is to pay attention to the design of the facade. Windows as openings in the facade can be arranged so that the sun's heat does not result in an increase of energy to cool the room also reducing the use of lights during the day. One od the aspect that can be used to assess window opening performance is Window-to-Wall Ratio (WWR). The ratio is obtained by dividing the total opening area of the wall using glass by the total surface area of the building envelope. The purpose of this research is to study the value of WWR from government office buildings in South Jakarta. This study use front elevation of 20 government office buildings in South Jakarta as a case study. The results of this study are the average WWR value of government offices which were later compared to the average WWR of similar offices from other literature. From the results of the study, an average WWR value of 24.6% was obtained, which is still in the range of WWR in other studies.Keywords : Energy Saving, Building Envelope, Government Office, Window-to-Wall Ratio (WWR)
Cite
CITATION STYLE
Dwiana, M. I., Purnomo, A. B., & Rahmah, N. (2020). STUDI WINDOW-TO-WALLRATIO PADA KANTOR PEMERINTAH DI JAKARTA SELATAN. Idealog: Ide Dan Dialog Desain Indonesia, 5(1), 30–38. https://doi.org/10.25124/idealog.v5i1.2749
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.