Abstract
ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) merupakan konsep kerja sama di kawasan Indo-Pasifik yang dicanangkan oleh ASEAN yang diresmikan pada Juni 2019, di tengah maraknya berbagai pandangan tentang kerja sama di Indo-Pasifik. Indonesia yang merupakan salah satu pendiri ASEAN seringkali dikenal sebagai pelopor maupun inisiator berbagai kerja sama di kawasan. Indonesia juga merupakan penggagas utama adanya konsep AOIP. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang bagaimana upaya diplomasi maritim Indonesia dalam perumusan AOIP, baik melalui forum internal ASEAN serta forum mekanisme ASEAN. Upaya yang dilakukan oleh Indonesia akan dianalisis menggunakan konsep diplomasi maritime yang meliputi tiga aktivitas pokok, yakni diplomasi maritim kooperatif, diplomasi maritim persuasif dan diplomasi maritime koersif. Tulisan ini juga dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan data primer yang berasal dari wawancara dengan Diplomat Kementerian Luar Negeri dan data sekunder berasal dari berbagai literatur dan berita yang berkaitan dengan topik. Artikel ini berkesimpulan bahwa diplomasi maritim Indonesia dalam perumusan AOIP dilakukan dengan di bawah kerangka diplomasi maritim koorperatif dengan menekankan pentingnya sebuah pandangan untuk menguatkan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik di berbagai forum di ASEAN. Tulisan ini dibatasi dari tahun 2014, saat Presiden Jokowi pertama mengemukakan kebijakan luar negeri poros maritim, hingga tahun 2019 saat diresmikannya AOIP.
Cite
CITATION STYLE
Khoirunissa, L., & Aryani, M. I. (2022). Diplomasi Maritim Indonesia dalam Perumusan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Frequency of International Relations (FETRIAN), 3(2), 44–70. https://doi.org/10.25077/fetrian.3.2.44-70.2021
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.