Psikoedukasi Pencegahan Perilaku Delinkuen dan Potensi Menjadi Korban Kekerasan Pada Remaja Dengan Kondisi Keluarga Migran

  • Fitria Y
  • Hadiyanti N
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kasus kekerasan dan perilaku bermasalah pada remaja yang dikenal dengan istilah perilaku delinkuen kembali marak dan meningkat setiap periodenya. Mirisnya bentuk delinkuensi remaja saat ini mengikuti seiring perkembangan zamannya. Remaja dengan kondisi keluarga yang tidak harmonis atau tidak diasuh orang tua secara langsung seperti pekerja migran cenderung terlibat baik sebagai pelaku maupun korban tindak kekerasan sehingga diperlukan solusi guna upaya pencegahan. Psikoedukasi tentang pencegahan perilaku delinkuen  diduga mampu untuk mereduksinya. Tujuan dari psikoedukasi  yakni meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta kemampuan penerapan keterampilan sosial yang dikembangkan. Tahapan psikoedukasi dilakukan menjadi empat yakni; 1). Tahap identifikasi, 2).Tahap persiapan, 3).Tahap pelaksanaan, 4)Tahap evaluasi. Kegiatan pengabdian menghasilkan; 1). Peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pemicu, bentuk – bentuk serta dampak buruk perilaku delinkuen remaja yang ditunjukan dari hasil pengisisan kuisioner, 2).Peningkatan kemampuan penerapan keterampilan sosial guna menghindari menjadi korban tindak kekerasan dengan cara menggunakan mekanisme koping positif, membiasakan komunikasi asertif dan mengembangkan kecerdasan dalam diri.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitria, Y., & Hadiyanti, N. F. (2024). Psikoedukasi Pencegahan Perilaku Delinkuen dan Potensi Menjadi Korban Kekerasan Pada Remaja Dengan Kondisi Keluarga Migran. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 96–103. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v3i4.1259

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free