Defisiensi Asam Folat

  • Tangkilisan H
  • Rumbajan D
N/ACitations
Citations of this article
1.1kReaders
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Asam folat adalah salah satu vitamin, termasuk dalam kelompok vitamin B, merupakansalah satu unsur penting dalam sintesis DNA (deoxyribo nucleic acid). Unsur inidiperlukan sebagai koenzim dalam sintesis pirimidin. Kebutuhan meningkat pada saatterjadi peningkatan pembentukan sel seperti pada kehamilan, keganasan dan bayiprematur. Anemia megaloblastik merupakan manifestasi paling khas untuk defisiensiasam folat, walaupun ternyata defisiensi asam folat dapat menyebabkan kelainan-kelainanyang berat mengenai jaringan non hemopoetik. Kelainan ini bahkan sudah bermanifestasisebagai kelainan kongenital yaitu neural tube defect (NTD). Defisiensi asam folat jugamengakibatkan peningkatan homosistenin plasma (hiperhomosisteinemia) yang dianggapsebagai salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular berupa aterosklerosis. Mengingatbesarnya risiko akibat defisiensi folat, FDA (Food and Drug Administration)menganjurkan fortifikasi folat pada makanan yang banyak dikonsumsi sehari-hari olehmasyarakat seperti susu, dengan upaya menurunkan angka prevalensi defisiensi folat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tangkilisan, H. A., & Rumbajan, D. (2016). Defisiensi Asam Folat. Sari Pediatri, 4(1), 21. https://doi.org/10.14238/sp4.1.2002.21-5

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free