K-Means dan K-Medoids Clustering Pada Kasus Tindak Pidana Khusus

  • ARINI E
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tindak pidana khusus merupakan bagian dari hukum pidana yang diatur dalam undang-undang. Pada penelitian ini, metode clustering yang digunakan adalah K-Means dan K-Medoids dan dievaluasi menggunakan Davies Bouldin Index. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data tindak pidana khusus tahun 2023. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai DBI K-Means lebih rendah dibandingkan DBI pada K-Medoids. Untuk itu, metode K-Means dipilih untuk data tindak pidana khusus. Adapun hasil K-Means clustering adalah cluster-I sebanyak 8 wilayah diduga rawan tinggi, cluster-II sebanyak 11 wilayah diduga rawan sedang dan cluster-III sebanyak 14 wilayah diduga rawan rendah

Cite

CITATION STYLE

APA

ARINI, E. R. (2024). K-Means dan K-Medoids Clustering Pada Kasus Tindak Pidana Khusus. Journal of Science Nusantara, 4(2), 79–87. https://doi.org/10.28926/jsnu.v4i2.1519

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free