Pendidikan Multikultural di Kampung Loloan, Jembrana

  • Solihin
  • Sumawidari I
  • Budiarta I
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan: Studi ini bertujuan membahas bentuk kerukunan Umat Islam-Hindu di Kampung Loloan, Jembrana, Bali, dan pendidikan multikultural dalam kehidupan masyarakat setempat. Metode penelitian: Data penelitian diperoleh melalui kajian pustaka, observasi dan wawancara dengan pemerhati budaya Bali dan tokoh masyarakat Kampung Loloan. Hasil dan pembahasan: Bentuk kerukunan itu antara lain tercermin dalam kuatnya tradisi menyamebraya yang diwijudkan dalam bentuk silaturahmi, saling ngejot, pemakaian bahasa Loloan atau bahasa Melayu-Bali, serta kerjasama dalam pangan kehidupan sosial dan ekonomi. Kerukunan dan kehidupan multikultural dalam kehidupan masyarakat Kampung Loloan diperkuat dengan adanya model pendidilkan multikultural yang meliputi lima dimensi: menyadarkan generasi penerus tentang arti peting multikulturalisme; meningkatkan pengetahuan tentang keragaman budaya; menanamkan sikap toleransi, menumbuhkan sikap solidaritas (kerjasama) antar-umat; dan menanamkan sikap cinta damai. Implikasi: Proses sosialisasi dan enkulturasi nilai-nilai kerukunan kepada generasi berlangsung secara formal (di sekolah dasar dan menengah), semangat menyamebraya juga dipraktikkan langsung dakan kehidupan sehari-hari masyatakat Kampung Loloan, Jembrana.

Cite

CITATION STYLE

APA

Solihin, Sumawidari, I. A. K., Budiarta, I. P., Wendri, I. G. M., & Kanca, I. N. (2022). Pendidikan Multikultural di Kampung Loloan, Jembrana. Jurnal Bali Membangun Bali, 3(3), 239–256. https://doi.org/10.51172/jbmb.v3i3.238

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free