Abstract
Diabetes mellitus (DM) suatu penyakit atau gangguan metabolisme dengan gejala yang khas berupa hiperglikemia diikuti gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein yang disebabkan oleh kurangnya produksi insulin atau inefektifitas dari insulin, atau dapat terjadi secara bersamaan. Semakin tinggi kadar gula dalam darah mengakibatkan peningkatan enzim lipoprotein lipase di jaringan adipose meningkat sehingga mengakibatkan peningkatan kadar trigliserida yang dapat memicu terbentuknya sklerosis. Untuk mengetahui korelasi antara nilai HbA1c dengan kadar trigliserida pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 49 orang yang diperoleh dari data rekam medik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2019. Nilai HbA1c ≥9% sebanyak 31 orang (63,3%), sedangkan nilai HbA1c <9% sebanyak 18 orang (36,7%) pada pasien DM tipe 2. Kadar Trigliserida ≥150mg/dl sebanyak 33 orang (67,3%) sedangkan <150mg/dl sebanyak 16 orang (32,7%) pada pasien DM tipe 2. Hasil uji Spearman didapatkan p= 0,002 dan r= +0,439 yang dapat dinyatakan terdapat korelasi bermakna dengan kekuatan korelasi positif sedang.
Cite
CITATION STYLE
Zulfian, Z. Z., Artini, I., & Barowalah, R. A. (2020). Korelasi antara Nilai HbA1c dengan Kadar Trigliserida Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 237–242. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.257
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.