Abstract
Sumedang Regency has a hilly landscape, making it one of the 13 cities/regencies in West Java Province that are prone to landslides. A total of 80 landslide incidents were recorded from 2019 to 2023. These landslides resulted in 45 fatalities, 53 injuries, and damage to 317 infrastructure units. This situation indicates the importance of conducting an analysis of landslide hazard distribution. The landslide hazard distribution analysis is carried out using a weighting and scoring method on the parameters used, which include: slope gradient, rainfall, actual land cover, landform, lithology, and soil type. Based on these parameters, four landslide hazard classes were identified in Sumedang Regency: low, medium, high, and very high hazard classes. Proportions of these hazard are as follows: high hazard class (42.24%), medium hazard class (40.38%), low hazard class (13.90%), and very high hazard class (3.49%). The low hazard class is mainly found in the northern part of Sumedang Regency, the medium hazard class is widespread in sloping areas, and the high to very high hazard classes are primarily found in the Tampomas mountains and areas with hilly landforms. Slope gradient and rainfall are the factors that most influence landslide hazards, making it necessary to design appropriate mitigation.Kabupaten Sumedang memiliki lanskap berbukit, menjadikannya salah satu dari 13 kota/kabupaten yang diklasifikasikan sebagai rawan longsor. Di wilayah Sumedang, tercatat 124 kejadian longsor dari tahun 2019 hingga 2023. Bencana hidrometeorologi ini (terutama disebabkan oleh curah hujan yang tinggi) menyumbang sekitar 72% dari total longsor di Sumedang. Longsor ini mengakibatkan 45 korban jiwa, 53 luka-luka, dan kerusakan pada 317 unit infrastruktur. Menurut analisis faktor, parameter yang menyebabkan longsor di Kabupaten Sumedang meliputi kemiringan lereng, curah hujan, bentukan lahan, litologi, penggunaan lahan aktual, dan jenis tanah. Berdasarkan parameter tersebut, empat kelas bahaya longsor diidentifikasi di Kabupaten Sumedang: kelas bahaya rendah, kelas bahaya sedang, kelas bahaya tinggi, dan kelas bahaya sangat tinggi. Luas masing-masing kelas bahaya dari yang terbesar hingga terkecil adalah sebagai berikut: kelas bahaya tinggi (42,2%), kelas bahaya sedang (40,4%), kelas bahaya rendah (13,9%), dan kelas bahaya sangat tinggi (3,5%). Kelas bahaya longsor rendah umumnya ditemukan di wilayah utara Kabupaten Sumedang, kelas bahaya sedang ditemukan di daerah yang miring, dan kelas bahaya tinggi hingga sangat tinggi ditemukan di area Gunung Tampomas dan daerah perbukitan.
Cite
CITATION STYLE
Fadillah, R., Tjahjono, B., & Dwiyanti, F. G. (2024). Landslide Hazard Analysis Based on Geographic Information Systems in Sumedang Regency. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(SpecialIssue), 147–158. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10ispecialissue.8354
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.