Abstract
Artikel ini menganalisis pembersihan ritual dan spiritual dalam konteks peribadatan menurut Lukas 11:39. Menurut sudut pandang orang Farisi, tradisi atau ritual agama harus dilakukan untuk menjaga kekudusan, karena orang Farisi merupakan pemimpin agama, yang memiliki kekuasaan untuk mengajar orang lain dalam beribadah dan menentukan ketetapan-ketetapan dalam menjalankan ibadah. Salah satunya mencuci tangan sebelum makan. Tindakan tersebut dianggap suatu keharusan untuk menunjukkan kesucian. Kenyataannya, ritual agama orang Farisi hanya untuk membenarkan diri sedangkan hati mereka jauh dari Tuhan. Orang Kristen melakukan pembersihan ritual dalam peribadatan. Tradisi ini tidaklah salah, hanya dapat mengakibatkan pergeseran fokus peribadatan. Keinginan untuk terlihat rohani merupakan pembersihan ritual yang dapat dilihat orang banyak. Pembersihan spiritual merupakan hal yang paling utama dikerjakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif analisis-teologis dengan metode studi kepustakaan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa perkataan Yesus terhadap orang Farisi tentang membersihkan cawan dan pinggan mengandung makna kiasan yang artinya tubuh manusia, yakni hati. Hati perlu dibersihkan dari segala kejahatan dan kemunafikan.
Cite
CITATION STYLE
Ndruru, E. (2023). PEMBERSIHAN RITUAL DAN SPIRITUALITAS: ANALISIS LUKAS 11:39 DALAM KONTEKS PERIBADATAN. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 6(2), 304–318. https://doi.org/10.47457/phr.v6i2.374
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.