Abstract
Kerang darah merupakan kerang yang populer di Indonesia. Terutama di Langsa karena dekat dengan daerah laut sehingga sangat banyak ditemukan kerang darah yang menghasilkan limbah dalam bentuk cangkang dalam jumlah besar. Akan tetapi cangkang kerang darah ini mengandung kalsium karbonat (CaCO3) dimana kandungan tersebut berfungsi untuk mengikat air karena air merupakan musuh dari aspal yang dapat mempengaruhi usia dari aspal sehingga abu cangkang kerang darah ini bisa dimanfaatkan untuk bahan tambah filler. Tujuan dari pengujian ini yaitu untuk mengetahui nilai stabilitas dan durabilitas akibat pengaruh penambahan kadar abu cangkang kerang darah untuk bahan tambah filler campuran aspal dengan kadar abu cangkang kerang darah 0%, 30%, 50%, 70% dan 100%. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, yaitu kegiatan percobaan untuk mendapatkan data. Pada penelitian ini penambahan abu cangkang kerang darah sebagai bahan tambah filler pada campuran aspal AC-WC terhadap nilai Marshall menunjukkan bahwa nilai stabilitas terbesar pada perendaman 30 menit yaitu pada persentase 50% sebesar 1557,93 kg dan nilai stabilitas terbesar pada perendaman selama 8 jam yaitu pada persentase 50% sebesar 1404,40 kg. Pada penelitian ini didapat nilai durabilitas berdasarkan hasil analisa bahwa pada variasi 0%, 30% dan 50% kadar abu cangkang kerang darah sebagai bahan tambah filler yang memiliki nilai durabilitas terbaik dengan nilai 93,30%, 92,42% dan 90,15% diatas 90% sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan oleh Dinas Bina Marga 2010. Kata Kunci : AC-WC, Abu Cangkang Kerang Darah, Marshall, Durabilitas
Cite
CITATION STYLE
Sitompul, O. H., Alamsyah, W., & Basrin, D. (2024). Pengaruh Pemanfaatan Abu Cangkang Kerang Darah sebagai Bahan Tambah Filler Campuran Aspal terhadap Nilai Marshall pada Perkerasan Jalan AC-WC. Jurnal Komposit, 8(2), 241–248. https://doi.org/10.32832/komposit.v8i2.15126
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.